Tugas Bahasa Indonesia

24 03 2009

Saya disuruh Bu Niknik bikin tugas Bahasa Indonesia, catatan kaki, Daftar Pustaka dan Catatan teks, dan bab yang saya tulis ini adalah percampuran antara rekaan dan beneran, ngambil dari koleksi Papa..hehehe…dan kata dosen saya harus diupload ke blog,, dan ini, saya upload tugas saya, mohon dikoreksi jika ada kesalahan. Thanks!

(Bu Niknik, FOOTNOTE-nya ga bisa saya edit di blog nih, gapapa kan Bu? kan nanti tugasnya saya print-out,, okee bu? heheuu)..

PENYAKIT-PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN ASAM LAMBUNG

Sujono Hadi

Sub. Bag. Gastroenterologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran UNPAD/ RS Dr. hasan Sadikin
Bandung

1. PENDAHULUAN
Sampai saat sekarang tukak peptik masih merupakan permasalahan klinis, baik ditinjau
dari segi penyebabnya, pathogenesis maupun pengelolaannya. Banyak macam teori yang dikemukakan oleh para pakar gastroenterology yang membahas mengenai tukak peptik, sehingga muncul berbagai teori bar yang menyangkut pathogenesis dan pengelolaan penderita tukak peptik.
Masalah lain yang tidak kalah pentingnya, ialah timbulnya tukak peptic yang berhubungan dengan beberapa penyakit. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa prealensi tukak peptik yang berhubungan dengan beberapa penyakit bervariasi antara 4% sampai 71%. Dan ternyata bahwa prevalensi tukak duodenum ditemukan lebih banyak pada penderita dengan penyakit tertentu daripada orang normal .
Macam penyakit yang menyertai timbulnya tukak peptik ialah penyakit endokrin, penyakit paru menahun, penyakit kardiovaskuler, penyakit hati menahun, penyakit ginjal menahun penyakit gastrointestinal lain, penyakit sel darah, penyakit virus yang masing-masing akan dibahas secara khusus.

II. MACAM PENYAKIT
Telah dijelaskan di atas macam penyakit yang berhubungan dengan timbulnya tukak peptkk.
1. Penyakit Endokrin dan Metabolisme
a. Hiperparatiroidi
Dari berbagai organ endokrin yang sering disebut dapat menyertai timbulnya tukak peptik ialah pada penderita dengan hiperparatiroidi. Dari laporan penelitian menyatakan bahwa insidensi tukak peptik ditemukan sekitar 5% sampai 30% pada penderita dengan hiperparatiroidi . Tukak peptik tersebut yang menyertai penyakit ini 80% terletak di duodenum dan umumnya lebih banyak ditemukan pada pria. Tukak duodeni pada hiperparatiroudi ini ditemukan sepuluh kali lebih banyak daripada orang normal. Hal ini disebabkan karena hiperparatiroidi menyebabkan timbulnya hiperkalsemi yang dapat merangsang kenaikan asam lambung sebagi akibat bertambahnya produksi gastrin . Mengenai patogenesisnya masih belum jelas, tetapi kemungkinan adanya peranan dari susunan saraf otonom. Sebaliknya penderita dengan hipoparatiroidi akan timbul hiposekresi asam lambung. Penderita hipoparatiroidi mempunyai kadar kalsium kurang dari 7,0 mg perdl dan biasanya akhlorhidri . Pada orang normal, bila diberikan infus kalsium akan terjadi kenaikan konsentrasi kalsium di dalam plasmanya, maka akan terjadi kenaikan produksi sekresi asam lambung, dan secara minimal terjadi kenaikan kadar serum gastrin.
Penelitian lebih lanjut pada 400 penderita dengan hiperparatiroidi ditemukan 40 kasus (12,2 %) dengan tukak peptik . Dari penderita hiperparatiroidi yang disertai tukak peptic tersebut ditemukan : 18 kasus dengan tukak ringan, 10 kasus tingkatan sedang dan 21 kasus tingkatan berat, mempunyai tanda-tanda Zollinger Ellison dan 2 kasus hiperparatiroidi dengan Sindroma Zollinger Ellison (ZE) disertai diare tanpa tukak peptik . Jadi penderita hiperparatiroidi tanpa disertai tanda-tanda sindroma ZE insidensi tukak peptic terdapat 10% dari sejumlah kasus ini terdapat 23 % (9 kasus) memerlukan tindakan pembedahan terhadap tukak peptiknya . Suatu hal yang mencolok ialah berbeda dengan sindroma ZR, tukak peptik pada hiperparatiroidi yang berat tidak menunjukkan hipersekresis asam lambung yang hebat.
Dari hasil pengamatan asam lambung pada penderita hiperparatiroidi ternyata sepertiga penderita memperlihatkan hipersekresis basal, dan bila dilakukan paratiroidektomi terbukti 10 dari 15 penderita sekresi asam lambungnya menjadi normal .

DAFTAR PUSTAKA

DH, Linos. 1978. Relationship of Primary Hyperparathyroidism to Peptic Ulcer Disease .Gastroenterologi.

DL, Glick. 1964. Peptic Ulcer and Chronic Obstructive Bronchopulmonary Disease : A Prospective Clinical Study of Prevalance. Gastroenterologi.

Donaldson, RM Jr. 1975. Factors Complicating Observed Associations between Peptic Ulcer and other Diseases. Gastroenterologi.

MJS, Langman. 1976. Gastric and Duodenal Ulcer and their Associated Disease. Lancet.

PENYAKIT-PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN ASAM LAMBUNG

Sujono Hadi

Sub. Bag. Gastroenterologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran UNPAD/ RS Dr. hasan Sadikin
Bandung

1. PENDAHULUAN
Sampai saat sekarang tukak peptik masih merupakan permasalahan klinis, baik ditinjau
dari segi penyebabnya, pathogenesis maupun pengelolaannya. Banyak macam teori yang dikemukakan oleh para pakar gastroenterology yang membahas mengenai tukak peptik, sehingga muncul berbagai teori bar yang menyangkut pathogenesis dan pengelolaan penderita tukak peptik.
Masalah lain yang tidak kalah pentingnya, ialah timbulnya tukak peptic yang berhubungan dengan beberapa penyakit. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa prealensi tukak peptik yang berhubungan dengan beberapa penyakit bervariasi antara 4% sampai 71%. Dan ternyata bahwa menurut RM Jr Donaldson (1957:68) prevalensi tukak duodenum ditemukan lebih banyak pada penderita dengan penyakit tertentu daripada orang normal
Macam penyakit yang menyertai timbulnya tukak peptik ialah penyakit endokrin, penyakit paru menahun, penyakit kardiovaskuler, penyakit hati menahun, penyakit ginjal menahun penyakit gastrointestinal lain, penyakit sel darah, penyakit virus yang masing-masing akan dibahas secara khusus.

II. MACAM PENYAKIT
Telah dijelaskan di atas macam penyakit yang berhubungan dengan timbulnya tukak peptkk.
1. Penyakit Endokrin dan Metabolisme
a. Hiperparatiroidi
Dari berbagai organ endokrin yang sering disebut dapat menyertai timbulnya tukak peptik ialah pada penderita dengan hiperparatiroidi. Dari laporan penelitian Linos DH (1978 :113) menyatakan bahwa insidensi tukak peptik ditemukan sekitar 5% sampai 30% pada penderita dengan hiperparatiroidi. Tukak peptik tersebut yang menyertai penyakit ini 80% terletak di duodenum dan umumnya lebih banyak ditemukan pada pria. Tukak duodeni pada hiperparatiroudi ini ditemukan sepuluh kali lebih banyak daripada orang normal. Hal ini disebabkan karena hiperparatiroidi menyebabkan timbulnya hiperkalsemi yang dapat merangsang kenaikan asam lambung sebagi akibat bertambahnya produksi gastrin. Mengenai patogenesisnya masih belum jelas, tetapi kemungkinan adanya peranan dari susunan saraf otonom. Sebaliknya penderita dengan hipoparatiroidi akan timbul hiposekresi asam lambung. Menurut RM Jr. Donaldson(1957:68), penderita hipoparatiroidi mempunyai kadar kalsium kurang dari 7,0 mg perdl dan biasanya akhlorhidri. Pada orang normal, bila diberikan infus kalsium akan terjadi kenaikan konsentrasi kalsium di dalam plasmanya, maka akan terjadi kenaikan produksi sekresi asam lambung, dan secara minimal terjadi kenaikan kadar serum gastrin.
Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Langman MJS (1976 : 680) pada 400 penderita dengan hiperparatiroidi ditemukan 40 kasus (12,2 %) dengan tukak peptik. Dari penderita hiperparatiroidi yang disertai tukak peptic tersebut ditemukan : 18 kasus dengan tukak ringan, 10 kasus tingkatan sedang dan 21 kasus tingkatan berat, mempunyai tanda-tanda Zollinger Ellison dan 2 kasus hiperparatiroidi dengan Sindroma Zollinger Ellison (ZE) disertai diare tanpa tukak peptik, menurut Glick DL (1964 : 47). Jadi, seperti yang disebutkan Langman MJS (1976 : 682), penderita hiperparatiroidi tanpa disertai tanda-tanda sindroma ZE insidensi tukak peptik terdapat 10% dari sejumlah kasus ini terdapat 23 % (9 kasus) memerlukan tindakan pembedahan terhadap tukak peptiknya. Suatu hal yang mencolok ialah berbeda dengan sindroma ZR, tukak peptik pada hiperparatiroidi yang berat tidak menunjukkan hipersekresis asam lambung yang hebat.
Dari hasil pengamatan asam lambung yang dilakukan oleh Glick DL (1964 : 47) pada penderita hiperparatiroidi ternyata sepertiga penderita memperlihatkan hipersekresis basal, dan bila dilakukan paratiroidektomi terbukti 10 dari 15 penderita sekresi asam lambungnya menjadi normal.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: